Tuesday, 29 September 2015

PENDOK (Indonesia).... HOW ?


Ringkasan:

OVERVIEW SEJARAH PENDIDIKAN DOKTER(PENDOK) di Indonesia

2 /1/1849:
Momentum pendidikan kedokteran lewat Keputusan Gubernemen No. 22
(Tetapkan penyelenggaraan pendidikan kedokteran di Indonesia (Nederlandsch Indie) & dilaksanakan
di Rumah Sakit Militer.

Januari 1851:
Sekolah Pendidikan Kedokteran di Weltevreden Gambir - di buka
lama pendidikan 2 tahun (siswa 12 orang).
  
Jun 1853 : 
Surat Keputusan Gubernemen (5 Juni 1853 No. 10)
ditetapkan = lulusan sekolah tersebut digelari Dokter Djawa,
kerja = Mantri Cacar.

1864: 
Pendidikan kedokteran berubah menjadi 3 tahun
kerja = Mantri Cacar, dokter yang dapat berdiri sendiri (dibawah pengawasan dokter Belanda.)

1875:
 Jangka masa Pendidikan “Dokter-Jawa” menjadi 7 tahun (2 =bagian persiapan & 5 =bagian kedokteran).
Selama 2 tahun (terutama diajarkan bahasa Belanda =  bahasa pengantar).
Sekolah Dokter Djawa berubah nama kepada School tot Opleiding van Inlandsche Geneeskundigen
(perbaikan & penyempurnaan kurikulum)
1898:
STOVIA (School tot Opleiding voor Indische Artsen) didirikan
(kelanjutan dari perkembangan dan pengembangan Sekolah Dokter Djawa)
alumninya disebut Inlandse Arts.

1901:
Belanda mengadopsi apa yang mereka sebut Kebijakan Beretika (bahasa Belanda: Ethische Politiek), yang termasuk investasi yang lebih besar dalam pendidikan bagi orang-orang pribumi&sedikit perubahan politik.
Pemerintah Hindia-Belanda memperpanjang kekuasaan kolonial secara langsung di sepanjang Hindia-Belanda & dengan itu mendirikan fondasi bagi negara Indonesia saat ini. 

1902:
gedung baru sekolah kedokteran STOVIA dibuka di Hospitaalweg (sekarang Jl. Dr Abdul Rahman Saleh no 26) dan lama pendidikan menjadi 9 tahun (2 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran).

1911:
mahasiswa mendirikan perhimpunan yang bernama Vereniging van lndische Artsencikal dan tahun 1926, berubah nama menjadi Vereniging van lndonesische Geneeskundige (VIG) yang merupakan cikal bakal IDI. 

1913:
organisasi STOVIA disempurnakan dan lama pendidikan menjadi 10 tahun (3 tahun perkenalan dan 7 tahun pendidikan kedokteran). Istilah Inlandsche Artsen berubah menjadi Indische Artsen, dan sekolah ini juga terbuka untuk murid Cina dan Belanda sedangkan sebelumnya hanya terbuka untuk penduduk pribumi.

1/7/1913:
dibuka sekolah kedokteran dengan nama NIAS (Nederlands Indische Artsenschool) di Surabaya dengan SK Gubernemen tanggal 8 Mei 1913 no. 42
Tujuannya menghasilkan dokter yang langsung dapat bekerja di kalangan masyarakat desa yang dapat memberikan pertolongan praktis dengan pengetahuan cukup dan dapat dipertanggung-jawabkan.
Ciri khas pendidikan dokter di NIAS adalah kemasyarakatan. Kurikulum NIAS disesuaikan dengan kurikulum STOVIA, dengan masa pendidikan 10 tahun. Siswa yang diterima adalah lulusan SD pemerintah, baik bumiputra maupun Hindia Belanda, keturunan Cina dan Arab, pria dan wanita.

Akhir tahun 1919:
didirikan Centraal Bugerlijk Ziekenhuis (CBZ) sekarang disebut Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dokter Ciptomangunkusumo (RSUPNCM) yang dipakai sebagai Rumah Sakit Pendidikan oleh siswa STOVIA.

July 1923:

Rumah Sakit Pendidikan NIAS Gevangenis Hospital Simpang (Stadverband), kemudian CBZ.

1925:
kurikulum NIAS mengalami perubahan, terutama pada bagian klinik dan siswa yang diterima hanya lulusan MULO (setingkat SMP).

1928 :
lama pendidikan NIAS diubah menjadi 8.5 tahun dengan menghapus bagian persiapan.

9 ogos 1927:

STOVIA resmi menjadi pendidikan tinggi dengan nama Geneeskundige Hooge school
pendidikan 7 tahun (masa perkenalan dihapuskan).
Syarat pendidikan calon mahasiswa setingkat SMA
(Algemene Middelbare School/AMS B & Hogere Burger School/HBS V).
Lulusan GHS (gelarannya “Arts”) sama taraf dengan lulusan dokter di Negeri Belanda.
STOVIA tidak lagi menerima calon baru
siswa yang duduk di tingkat rendah diberi kesempatan pindah ke AMS atau ke NIAS Surabaya
duduk di tingkat tinggi dapat menyelesaikan studi di Jakarta, selain GHS.
1942 :

(kolonial Belanda berakhir) pendidikan kedokteran terhenti selama 6 bulan
Kemudian dibentuk Komite Pendidikan untuk mengembangkan kurikulum pendidikan kedokteran, dan Komite untuk menggabungkan eks-GHS dan eks- NIAS menjadi sekolah kedokteran dengan lama pendidikan 5 tahun.

29 April 1943:
dibuka sekolah kedokteran dengan nama Ika Daigaku

Februari 1947:
Belanda yang kembali menginvasi Indonesia melangsungkan kegiatan pendidikan kedokteran dengan nama Genesskundige Faculteit, Nood- Universiteit van Indonesie. Namun, pendidikan kedokteran pada Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia tetap dilaksanakan.


2 Februari 1950:
Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia dan Geneeskundige Faculteit Nood-Universiteit van Indonesie, digabung dan disatukan dengan memakai nama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Penyatuan tersebut turut dipelopori oleh penyerahan kedaulatan dari Pemerintah Belanda kepada Pemerintah Republik Indonesia.




week1: huhuk
semogah berjaya.
yeayhhh!! 

1 comment: